tulisan berjalan

Selamat Datang di Wisata Bima, mari berbagi info menarik seputar tempat wisata Bima disin!

Jumat, 14 September 2012

Wisata Sejarah Wadu Tunti

Salam wisata teman-teman semua, tidak habis-habisnya ya, kekayaan alam dan sejarah yang ada di negara Kita Indonesia tercinta ini khusus di Bima saja banyak sejarah dan kekayaan alam yang belum Kita ketahui, nah kali ini Kita akan mengunjungi tempat bersejarah ya...kalo sebelumnya Kita sudah pernah memposting tentang wisata sejarah waduPa’a yang berada di Desa Kananta, Soromandi, Kabupaten Bima, nah...kali ini ni ada wisata sejarah yang keren lho tidak kalah menarik dengan wadu pa’a, nama wisata yang satu ini Wadu tunti mungkin Kita masyarakat Bima belum banyak yang tahu tentang wadu tunti ini secara untuk menuju ke lokasi ini membutuhkan waktu yang cukup lama dengan medan yang sedikit extreme...


terletak di Desa Bumi Pajo masuk dalam kawasan Kecamatan Donggo Kabupaten Bima persisnya yaitu pada perbatasan antara Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu dari situ terdapat pertigaan dan yang akan kita lalui adalah jalur yang mengarah pada Desa Bumi Pajo jalur akan terus mendaki, dari pertigaan tersebut hingga ke pemukiman warga Desa yang paling atas berjarak kurang lebih 7 Km dengan jalanan yang sudah di aspal, namun jalur mulai tidak ramah saat melewati pemukiman yang ke arah lokasi, oia sobat sangat disarankan untuk menggunakan kendaraan bermotor untuk menuju ke lokasi ini karena akses untuk masuk ke wadu tunti ini sangat jauh dari kata nyaman lho,


jalur yang dilalui merupakan jalur setapak, berbatu dan menanjak. Kami juga sempat mengurungkan niat untuk meneruskan perjalanan melihat keadaan medan yang tidak bersahabat lagi, tetapi karena rasa penasaran, kamipun tetap melanjutkan perjalanan walaupun korbannya adalah motor Kami karena tidak  sesuai dengan medannya, selama diperjalanan tersebut banyak hal-hal baru yang kami temui mulai dari burung-burung yang belum pernah kami lihat secara langsung sebelumnya entah apalah nama burung itu, hingga  ayam hutan yang begitu bebasnya berkeliaran, sayangnya kami tidak sempat mengabadikannya, ayamnya kabur lebih dulu karena Kami ingin menangkapnya...hehe.

oia sobat dari pemukiman warga tadi hingga ke wadu tunti memakan waktu kurang lebih 10 menit perjalanan dengan jarak 1 Km saja dan seperti inilah lokasi wadu tunti tersebut (dari luar)


Terlihat bahwa Pemerintah telah memberikan perhatian khusus di lokasi wadu tunti dengan dibangunnya pagar disekeliling situs sejarah ini serta papan peringatan untuk memberitahukan kepada pengunjung agar tidak merusaknya.


Wadu tunti yang berarti wadu = batu, tunti = tulis, masyarakat menamakan wadu tunti atau batu tulis mungkin karena terdapat banyaknya ukiran di atas batu yang menyerupai tulisan-tulisan kuno, serta terdapat juga beberapa bentuk ukiran lainnya yang menyerupai bentuk aktifitas manusia dan hewan.


Seperti yang tampak di atas terdapat di sisi sebelah kanan yang berupa ukiran tulisan yang dinamakan wadu tunti / batu bertulis, kami tidak mengerti arti tulisan ini karena menggunakan model huruf kuno, kami juga tidak melihat kemiripan dari tulisan-tulisan yang ada dibatu dengan tulisan-tulisan yang biasa dipakai orang2 saat ini, mungkin karena tulisan wadu tunti ini berupa tulisan tradisional kali ya... Kalopun dimasukan ke google transletpun mungkin om google bingung ya dengan bahasa yang digunakan...hehe


Nah sedangkan di sebelah kirinya berupa ukiran berbentuk manusia dan terdapat juga ukiran yang menyerupai kucing. Seperti yang tampak terdapat 2 orang pemeran utama dalam ukiran ini tetapi kalo boleh Kami asumsikan 2 orang  ini memiliki perbedaan strata atau status sosialnya karena yang satu duduk diatas dengan tangan yang menunjuk seperti memberi perintah kepada seorang yang duduk dibawah, sedangkan seorang yang dibawah duduk dengan menyatukan kedua telapak tangan menghormati yang diatas dan ada seekor kucing yang lewat diantara mereka. Entah apa kaitan antara tulisan dengan ukiran manusia dan kucing ini dan maksud dari ukiran tersebut bercerita tentang apa dan untuk siapa..!!

Mungkin diantara teman-teman sekalian ada yang menempuh ilmu di jalur arkeolog, ini akan menjadi Pekerjaan Rumah kalian, ada kekayaan sejarah yang Kita miliki yang mungkin belum tergali seluruhnya, pertanyaan yang paling mendasar adalah siapakah yang mengukir diatas batu ini..?? dan sudah berapa lama usia wadu tunti ini?, sangat sedikit info yang kami ketahui tentang wadu tunti ini mudah-mudah ke depannya ada yang bisa memberikan info selengkapnya kepada Kita semua.

Nah bagi kalian yang ingin melihat langsung wadu tunti ini dari dekat, namun tidak tahu harus mengajak siapa, Kami juga siap untuk mengantarkan tanpa dipungut biaya lho...oia ada juga tempat yang searah dengan wadu tunti ini yang tentunya sangat menarik untuk dikunjungi, ditunggu aja ya sambungan ceritanya...

Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar